Rabu, 15 Januari 2014

Abstrak

Abstrak yang mempunyai makna adalah sebuah paragraph yang mencakup atau ringkasan awal dari sebuah laporan atau tulisan ilmiah. Berikut akan dijelaskan lebih lanjut tentang definisi Abstrak, jenis-jenis abstrak, dan bagaimana abstrak seharusnya ditulis.
 
Abstrak, menurut American National Standards Institute (1979), definisi abstrak adalah representasi dari isi dokumen yang singkat dan tepat. Sedangkan menurut definisi umum, abstrak merupakan bentuk ringkas dari isi suatu dokumen yang terdiri atas bagian-bagian penting dari suatu tulisan, dan mendeskripsikan isi dan cakupan dari tulisan. Abstrak berfungsi untuk menjelaskan secara singkat kepada pembaca tentang apa yang terdapat dalam suatu tulisan. Pada umumnya abstrak diletakkan pada bagian awal sebelum bab-bab penguraian.
Sifat-sifat abstrak adalah (Santoso, 2009):
1. Ringkas
2. Jelas
3. Tepat
4. Berdiri sendiri
5. Objektif

tujuan pembuatan abstrak adalah (Santoso, 2009):
1. Untuk melengkapi tulisan ilmiah seseorang.
2. Untuk membantu pengguna informasi memperpendek waktu pemilihan imformasi.
3. Untuk mengatasi kendala bahasa.

Halaman abstrak menyajikan intisari skripsi, yang mencakup (Hasil lokakarya metodologi penulisan skripsi program studi kimia, 2005):
1. Masalah utama yang diteliti dan ruang lingkupnya.
2. Metode yang digunakan.
3. Hasil yang diperoleh.
4. Kesimpulan utama dan saran yang diajukan (bila ada).

format penulisan abstrak adalah sebagai berikut.
1. Awal kalimat merupakan kata benda.
2. Terdiri dari maksimal 250 kata, diluar kata depan dan kata sambung.
3. Dalam bentuk satu paragraf.
4. Menggunakan spasi 1.
5. Menggunakan huruf Times New Roman.
6. Terdapat kata kunci yang terdiri dari maksimal 5 kata dan disusun secara alfabet.
7. Ditulis sebelum bab pendahuluan.
8. Rata kiri-kanan.
9. Ditulis dengan huruf Times New Roman ukuran 12 pt.

Contoh :
Abstrak
Arifin.2013.Manfaat Biji Turi Sebagai Pengganti Kedelai Dalam Pembuatan  Tempe.SMA Negeri 1 Purworejo
Dewasa ini kebutuhan akan kedelai sebagai bahan dasar pembuatan tempe dan kecap sangat tinggi,hal itu mengakibatkan harga kedelaipun meroket dan persediaan akan kedelaipun sangat terbatas  yang pada akhirnya para pengusaha tempe dan kecap pun panik dan kesusahan dalam menangani produksinya. jika hal ini tidak segera diatasi, maka banyak pengusaha tempe dan kecap yang pada akhirnya gulung tikar yang di karenakan kelangkaan kedelai. Sementara itu di sisi lain, biji turi tersedia dalam jumlah banyak dan belum dapat di manfaatkan dengan baik di  kecamatan Kutoarjo, kabupaten Purworejo dan sekitarnya. Oleh karena itu, penulis melakukan studi dan penelitian tentang  biji turi (Sesbania grandiflora) sebagai pengganti kedelai dalam pembuatan tempe. Dalam karya tulis ilmiah ini metode penulisan yang penulis gunakan adalah studi literatur atau kajian pustaka. Berdasarkan hasil yang di peroleh dari literature, penulis dapat menyimpulkan bahwa biji turi dapat digunakan sebagai pengganti kedelai untuk pembuatan tempe, caranya mirip dengan pembuatan tempe seperti umumnya yaitu  perendaman biji turi, pemasakan pertama biji turi, pemisahan kulit, pemasakan ke dua, pendinginan, peragian, pembungkusan. Tempe yang di hasilkan dari biji turi pun tidak kalah dengan yang di hasilkan oleh kedelai, tempe biji turi juga mengandung kandungan gizi yang lengkap seperti protein, lemak, karbohidrat, dan garam garam mineral lain yang di perlukan oleh tubuh.
Kata kunci : biji turi, tempe, Sesbania grandiflora
 sumber :
http://imranbuhe.wordpress.com/cara-menulis-abstrak-yang-baik-dan-benar/
http://innarif.blogspot.com/2013/05/contoh-abstrak-dalam-karya-tulis-ilmiah.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar